Kamis, 03 Desember 2015

Cara Merawat Kain Sesuai Jenisnya

Kain adalah bahan utama saat kita menjahit. Maka dari itu kualitas dari kain merupakan hal yang perlu Anda perhatikan.
Meskipun kita sudah membeli kain yang bagus namun jika kita tidak merawatnya degan cara yang benar, tentu busana ataupun hasil menjahit Anda akan berkurang kualitasnya dan membuatnya tidak tahan lama. Begitupun saat membeli pakaian jadi, perhatikanlah jenis kain dari pakaian tersebut dan rawatlah dengan cara yang tepat. Biasanya dalam pakaian jadi terdapat sebuah laundry & care label. Tapi petunjuk itu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Anda harus merawat pakaian pakaian. Jadi bagaimanakah cara yang tepat untuk Anda merawat kain sesuai dengan jenisnya?

1.    Katun
Katun adalah jenis kain yang paling populer. Selain karena rasa nyaman yang didapatkan saat menggunakannya, kain ini pun dapat di jadikan berbagai macam busana. Mulai dari T-shirt polos sampai gaun malam pun dapat dibuat menggunakan bahan ini. Kain ini termasuk ke kategori kain yang tidak rewel.
•    Anda dapat mencuci kain katun menggunakan mesin cuci, sebaiknya hindari menggunakan air panas.
•    Jangan merendamnya terlalu lama karena akan berdampak buruk pada serat kain.
•    Saat menjemur, hindari terik matahari secara langsung. Pilihlah tempat teduh yang dan mendapat sedikit sinar matahari.
•    Untuk penyimpanan. Hindari melipat pakaian berbahan katun karena akan membuatnya kusut. Lebih baik gantunglah pakaian setelah Anda selesai menyetrikanya.
2.    Wool

Kain wol biasanya bersifat tebal dan agak berat. Itulah sebabnya wol adalah salah satu jenis kain yang cukup sulit untuk ditangani. Perlu perlakuan khusus utuk jenis kain yang satu ini.
•    Jangan terlalu sering mencuci pakaian yang berbahan kain wol karena dapat membuat pakaian cepat rusak.
•    Gunakan mode delicate saat Anda mencuci dan jangan menggosoknya.
•    Hindari menggunakan gantungan saat menjemur. Lebih baik jemur pakaian berbahan wol di tempat datar yang terkena sinar matahari yang cukup.
•    Lipatlah pakaian setelah Anda selesai menyetrikanya.

3.    Sutera
Kain sutera memiliki tekstur lembut, mengkilap, dan licin. Kain jenis ini merupakan salah satu kain favorit dari dulu hingga sekarang. Dihasilkan dari ulat sutera dan memiliki kualitas sangat baik, tak mengherankan jika harga dari kain jenis ini terbilang mahal. Dan untuk membuat pakaian mahal Anda lebih tahan lama, tentu diperlukan perlakuan khusus.
•    Gunakan detergen khusus untuk menjaga kualitas kain.
•    Gunakan mode delicate saat mencuci.
•    Jangan menjemur kain di bawah terik matahari langsung.
•    Gunakan setrika dengan suhu yang medium.

4.    Rayon
Daya serap keringat dan teksturnya yang lembut dapat disetarakan dengan katun. Namun kain jenis ini bersifat tahan kusut yang membuatnya lebih unggul dari kain katun.
•    Untuk menjaga serat kain tetap halus, pisahkan pakaian berbahan rayon dengan pakaian lain yang kasar.
•    Lebih disarankan mencuci menggunakan tangan daripada mencuci dengan mesin cuci.
•    Jemur di tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung.
•    Setrika dengan suhu medium akan serat kain tidak rusak.
•    Lipatlah pakaian setelah selesai disetrika. Menggantungnya justru akan membuat pakaian Anda melar.

5.    Denim
Kain ini adalah yang paling sering dijadikan bahan membuat pakaian untuk kaum muda. Selain memberikan kesan stylish, kain jenis ini termasuk sangat mudah dalam perawatannya. Anda tidak perlu detergen khusus untuk menjaga pakaian Anda tetap awet.
•    Jangan terlalu sering mencuci pakaian dengan kain jenis ini karena akan membuat warnanya cepat luntur.
•    Jemurlah di bawah sinar matahari.
6.    Polyester
Kain jenis ini terbuat dari serat sintesis. Bersifat panas dan susah menyerap keringat. Namun keunggulan yang dimiliki kain ini adalah sifatnya yang kuat, halus dan tidak mudah kusut.
•    Tidak dianjurkan menggunakan mesin cuci.
•    Jemurlah di tempat yang tidak terkena matahari langsung.
•    Sebenarnya tanpa disetrika pun kain ini sudah rapi dan licin, tapi jika Anda memang ingin menyetrikanya gunakan suhu medium. Hindari suhu yang terlalu panas karena akan membuat kain mengkilat.
7.    Chiffon
Kain chiffon bersifat lembut, halus, transparan dan jatuh mengikuti lekuk badan si penggunanya. Oleh karena itu jenis kain ini tidak disarankan untuk orang-orang dengan ukuran tubuh plus karena akan membuat lekuk tubuh si pengguna semakin terlihat jelas. Kelemahan dari kain ini adalah sifatnya yang panas. Dengan menggunakan kain ini membuat orang yang memakainya terlehat lebih anggun, oleh karenanya kain jenis ini sering dijadikan bahan blouse, dress maupun rok.
•    Tidak dianjurkan dicuci menggunakan mesin jahit.
•    Pisahkan dari pakaian lain karena kain ini dapat dengan mudah menyerap warna.
•    Hindari terik matahri langsung.
•    Pilih suhu low atau medium untuk menyetrika. 
8.    Viscose
Kain viscose merupakan jenis yang sering digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan gaun pesta, pakaian sehari-hari, lingerie hingga underware. Sifatnya yang halus dan lentur menjadikannya salah satu kain favorit untuk dijadikan busana.
•    Tidak dianjurkan untuk mencuci dengan mesin cuci
•    Jemur di tempat datar.
•    Gunakan mode low untuk menyetrika.
•    Hindari menggatung baju. Lipatlah pakaian seterlah selesai disetrika.
9.    Cashmere
Kain yang satu ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang menduduki high-end level. Kain ini berasal dari kambing-kambing yang hidup di sebuah dataran di India, di sanalah banyak kambing dan domba dengan bulu yang halus dan indah tumbuh.
Dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah, perlu perawatan untuk membuat kualitasnya tetap terjaga.
•    Gunakan cara manual untuk mencuci.
•    Pakailah shampoo bayi atau detergen yang lembut untuk mencuci.
•    Jangan diperas.
•    Letakkan pakaian di bawah terik matahari langsung.
•    Hindari meggantung baju saat menjemur.
10.    Brokat
Umumnya kain jenis ini dijadikan pakaian untuk acar-acara formal, seperti kebaya, gaun pesta, hingga gaun pernikahan. Namun kain ini pun bisa dijadikan penghias baju Anda sehari-hari atau sebagain penghias lingerie.
•    Gunakan cara manual untuk mencuci.
•    Hindari menggunakan pemutih.
•    Jangan diperas.
•    Jangan disetrika.
•    Taruh kapur barus di tempat penyimpanan pakaian untuk menghindari ngengat.


Walau bagaimanapun mencegah pakaian agar tidak rusak akan jauh lebih baik dari pada harus memperbaikinya. Tentu saja Anda tidak akan mau pakaian kesayangan Anda rusak karena kesalahan dalam perawatan, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar